Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Tampilkan postingan dengan label LifeStyle. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LifeStyle. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 April 2012

Kamera Ponsel Masa Depan Bisa Tembus Dinding dan Baju

Para Peneliti dari University of Texas berhasil menciptakan teknologi yang memungkinkan kamera ponsel dapat membidik objek meski terhalang oleh dinding. Dr. Kenneth O yang memimpin penelitian tersebut menyatakan bahwa Dengan teknologi ini, kamera ponsel juga bisa memotret objek yang ada di balik kain, kayu, plastik, dan kertas.
Kamera ini bekerja dengan bantuan sebuah Chip yang bekerja di jaringan Terahertz (THz) yang membuat objek yang terhalang tembok atau benda lainnya bisa tertangkap. Jaringan ini merupakan salah satu rangkaian panjang gelombang yang ada di antara gelombang mikro dan sinar infra merah.
Chip ini natinya akan di gunakan bersaman dengan chips  CMOS karena harganya yang terjangkau dan banyak digunakan di berbagai produk sehari-hari, seperti komputer, ponsel pintar, TV definisi tinggi dan konsol game. Sehinga biyaya yang di keluarkan untuk mendapatkan cips ini menjadi cukup murah.
Namun, karena alasan privasi para pengguna dan agar tidak disalahgunakan, Dr. Kenneth O dan tim fokus mengembangkan perangkat tersebut untuk penggunaan dengan rentang jarak kurang dari empat inci. Mungkin kalau bisa digunakan untuk memotret tembus pandang jarak jauh, takut digunakan untuk hal-hal negatif.

Kamis, 19 April 2012

Bocah 10 Tahun Bikin "Game" untuk Tunanetra


venturebeat.com
Dylan Viale, bocah kelas 5 SD yang berhasil membuat game untuk orang buta. 
Berawal dari keinginannya untuk bermain dengan neneknya, seorang bocah 10 tahun menciptakan game yang khusus diperuntukkan bagi tunanetra.

Adalah Dylan Viale yang masih duduk di kelas V SD ini berhasil membuat game untuk tunanetra.

Seperti dilansir dari Venture Beat, Dylan awalnya ingin menyenangkan neneknya yang sudah mengalami kebutaan selama bertahun-tahun. Seperti layaknya anak kecil yang lain, Dylan ingin bisa bermain dengan keluarganya, termasuk nenek tercintanya.

Sherry, nama nenek Dylan, tidak bisa memenuhi keinginan cucunya tersebut. Namun, Dylan tidak putus asa. Ia lantas menghadiri Hidden Valley, sebuah acara di sekolahnya di Martinez, California, yang mengajarkan cara membuat game.

Dengan tekun, Dylan belajar membuat game dengan aplikasi gratis yang disediakan oleh pengembang GameMaker. Di sini, Dylan membuat game sendiri dan menggunakan alat-alat sederhana untuk menciptakan game sesuai keinginannya.

Akhirnya, Dylan berhasil membuat game yang diberi judul Quackys Quest.

Game ini bercerita tentang seekor bebek yang menelusuri lorong-lorong untuk menemukan telur emas. Cerita ini diperolehnya saat sang ayah, Dino Viale, sering memberikan dongeng kepada Dylan tentang cerita bebek yang mencari telur emas.

Karena diperuntukkan bagi tunanetra, Dylan memberikan bantuan suara untuk memainkan game tersebut. Jika menemukan permata, maka akan terdengar bunyi seperti suara laci uang terbuka di meja kasir.

Jika menabrak dinding, maka akan terdengar suara berisik, pertanda salah jalan. Jika salah jalan ke bawah, maka akan terdengar suara laba-laba. Jika semakin jauh tersesat, maka akan terdengar suara dinamit.

Dengan metode ini, Dylan ingin agar neneknya yang tidak bisa melihat bisa memainkan game buatannya melalui bantuan suara-suara tersebut. Cara tersebut dibuat agar si pemain tidak tersesat.

Dylan membuat game tersebut dalam waktu satu bulan. Dalam kompetisi game di sekolahnya, Dylan akhirnya berhasil merebut juara satu. Sekaligus, menyenangkan hati neneknya.