Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Sabtu, 07 Januari 2012

Psikologi Warna

Warna - warni memiliki efek psikologis. Efeknya berpengaruh terhadap pikiran, emosi, tubuh, dan keseimbangan. Aplikasi warna pada sebuah ruangan dapat menghasilkan kesan perasaan yang semakin luas atau justru kebalikannya.
Berikut ini sifat-sifat psikologis beberapa warna :
  • Merah - Berani, penuh semangat, agresif, memicu emosi, dan menarik perhatian. Secara positif, warna merah mengandung arti cinta, gairah, berani, kuat, agresif, merdeka, kebebasan, dan hangat. Negatifnya adalah punya arti bahaya, perang, darah, anarki, dan tekanan.
  • Kuning - Menciptakan perasaan optimis, percaya diri, pengakuan diri, akrab, dan lebih kreatif. Kuning juga dapat merugikan kita karena menyampaikan pesan perasaan ketakutan, kerapuhan secara emosi, depresi, kegelisahan, dan keputusasaan. Pilihan warna kuning yang tepat dan penggunaan yang sesuai akan mengangkat semangat kita dan lebih percaya diri.
  • Hijau - berarti kesehatan, keseimbangan, rileks, dan kemudaan. Unsur negatif warna ini di antaranya memberi kesan pencemburu, licik, terasa jenuh, serta dapat melemahkan pikiran dan fisik. Di dalam sejarah China, warna hijau adalah warna perempuan. Lain dengan budaya muslim, yang menganggap warna hijau adalah warna yang suci. Warna untuk perdamaian juga hijau.
  • Biru - Melambangkan intelektualitas, kepercayaan, ketenangan, keadilan, pengabdian, seorang pemikir, konsistensi, dan dingin. Selain itu, dapat memicu rasa depresi dan ragu-ragu. Biru gelap akan membantu berpikir tajam, tampil jernih, dan ringan. Biru muda akan menenangkan dan menolong berkonsentrasi dengan tenang. Terlampau banyak biru akan menimbulkan rasa terlalu dingin, tidak akrab, dan tak punya emosi atau ambisi.
  • Ungu - Memberi efek spiritual, kemewahan, keaslian, dan kebenaran. Ungu mampu menunjang kegiatan bermeditasi dan berkontemplasi. Kemerosotan dan mutu yang jelek adalah sifat-sifat negatif warna ini.
  • Putih - Warna murni, suci, steril, bersih, sempurna, jujur, sederhana, baik, dan netral. Warna putih melambangkan malaikat dan tim medis. Warna ini juga bisa berarti kematian karena berkonotasi kehampaan, hantu, dan kain kafan.
  • Abu-abu - Bijaksana, dewasa, tidak egois, tenang, dan seimbang. Warna abu-abu juga mengandung arti lamban, kuno, lemah, kehabisan energi, dan kotor. Karena warnanya tergolong netral atau seimbang, warna ini banyak dipakai untuk warna alat-alat elektronik, kendaraan, perangkat dapur, dan rumah.
  • Hitam - Berkesan elit, elegan, memesona, kuat, agung, teguh, dan rendah hati. Kesan negatifnya adalah hampa, sedih, ancaman, penindasan, putus asa, dosa, kematian, atau bisa juga penyakit. Tak seperti putih yang memantulkan warna, hitam menyerap segala warna. Dengan hitam, segala energi yang datang akan diserap. Walau mampu memesona dan berkarakter kuat, tapi banyak orang yang takut akan “gelap”. Warna hitam berkonotasi gelap.

Desain Rumah Minimalis

                                                              














Duo Ponsel Android "Dual SIM" dari Samsung

Samsung memperkenalkan dua ponsel pintar Android ber-SIM card ganda (dual SIM), Galaxy Y Duos dan Galaxy Y Pro Duos. Ini merupakan smartphone Android pertama dari Samsung yang menyertakan sistem Dual SIM GSM.

"Kami sudah menjelajahi pasar dan kami sangat menyadari kebutuhan pasar untuk smartphone Dual SIM," kata JK Shin, President of IT & Mobile Communications Division at Samsung Electronics.

Kedua smartphone itu akan dipasarkan ke negara-negara berkembang, dan mengincar para pebisnis yang membutuhkan satu perangkat namun bisa melakukan berbagai hal dengan smartphone mereka.

Galaxy Y Duo menggunakan sistem operasi Android 2.3 (Gingerbread), dibekali prosesor 832MHz dan kamera 3-megapiksel.
Begitu juga dengan Galaxy Y Pro Duos yang menawarkan spesifikasi serupa. Namun, Galaxy Y Pro Duos dibekali full QWERTY keyboard, sehingga ukuran layarnya hanya 2,6 inci.
Kedua smartphone dual SIM Samsung ini akan dipasarkan ke Eropa, negara-negara pecahan Uni Soviet, Amerika Latin, Asia Tenggara dan Asia Barat Daya, Timur Tengah, Afrika dan China.

Laptop Super Tipis Akan Jadi Tren di 2012

Laptop yang diprediksi akan menjadi tren di tahun 2012 ini adalah laptop dengan bentuk atau form factor yang tipis dan tak lagi menggunakan optical drive internal. Para vendor laptop pun telah bersiap sejak akhir tahun lalu mempersiapkan tren laptop super tipis ini.
Selain itu, para vendor juga akan berlomba memproduksi laptop ramah lingkungan yang pastinya hemat energi atau biasa disebut hybrid.
Tahun 2011 lalu, tercatat beberapa vendor telah memulai pemasaran laptop super tipis. Seperti Acer dengan Aspire S3, Asus dengan Zenbook, Lenovo dengan IdeaPad U300S, dan Toshiba dengan Portege Z830.

Ada dua jenis laptop "tipis" yang diprediksi akan mengalami kemajuan pesat di tahun 2012 ini, yaitu ultrabook dan pastinya, MacBook Air dari Apple, produsen komputer yang selalu menjadi trend setter.

Apple MacBook Air

Desain MacBook Air yang super tipis dan ringan diprediksi akan dikembangkan dan diadopsi ke laptop-laptop besutan Apple yang lain, termasuk MacBook Pro.
Di tahun ini, juga berkembang rumor bahwa Apple akan membuat laptop yang memiliki layar beresolusi tinggi, 2.880 x 1.800 piksel.

Sedangkan untuk mesin MacBook Air, Apple akan membekali prosesor dengan Intel Ivy Bridge, baik itu Core i5 ataupun Core i7. MacBook Air kembali selangkah lebih maju karena telah mengadopsi teknologi Thunderbolt dari Intel, sehingga memungkinkan untuk melakukan transfer data multimedia yang lebih cepat.

Selain itu, MacBook Air juga didukung dengan teknologi USB 3.0 dan akan meningkatkan kualitas grafis dengan menyematkan graphic card dari Nvidia. Ada kemungkinan lain, perusahaan yang didirikan oleh Steve Jobs ini akan menggunakan chip Apple A series milik mereka sendiri.

Ultrabook

Kebanyakan vendor komputer akan fokus mengembangkan ultrabook. Ultrabook merupakan subkategori baru dari jenis komputer jinjing atau laptop. Ketebalannya kurang dari 15 mm, lebih tipis dibandingkan notebook dan netbook. Beratnya juga kurang dari 2 kg. Tak seperti netbook, ultrabook disematkan hardware yang mumpuni.

Kebanyakan ultrabook tetap menggunakan sistem operasi (operating system - SO) Windows. Jika Windows 8 jadi diluncurkan pada awal tahun ini,  OS terbaru besutan Microsoft ini akan mendominasi ultrabook. Apalagi, pengguna Windows sudah sangat familiar dengan software yang jumlahnya mencapai 4 juta aplikasi.

Kebanyakan ultrabook akan dibekali dengan prosesor Intel Ivy Bridge, baik itu Core i5 ataupun Core i7. Untuk pasar prosesor laptop, Intel jelas masih mendominasi pasar global jika dibandingkan dengan AMD.

Ukuran yang tipis serta berat yang ringan nampaknya telah menjadi kebutuhan semua konsumen laptop, agar lebih mudah dibawa ke manapun. Baik MacBook Air dan ultrabook, akan meningkatkan daya tahan baterai. Konsumsi listriknya juga akan diminimalisir agar hemat energi dan ramah lingkungan.

Namun, kedua jenis laptop ini memiliki masalah yang sama, yakni harga yang terbilang tinggi. Kedua produk ini seakan diperuntukan untuk segmen high- end. Yang jelas, para vendor produsen ultrabook harus bersaing menawarkan harga yang kompetitif. Lain cerita dengan Apple yang sudah memiliki pengguna setia.

Ultrabook, "The Next Big Thing" di 2012?

Hampir semua orang menginginkan hal ini dalam sebuah perangkat komputer: ukuran yang pas, tipis, ringan, memiliki desain yang sedap dipandang tapi tetap memiliki kemampuan yang luar biasa.

Komputer ideal itu bisa terwujud dalam banyak hal. Masing-masing pengguna komputer mungkin punya impiannya sendiri-sendiri.

Intel pada 2011 memulai sebuah inisiatif yang diharapkan bisa memenuhi kriteria perangkat komputer idaman tersebut. Inisiatif ini dinamakan sebagai Ultrabook.

Brata Rafly, Director Sales Intel Indonesia, mengatakan Ultrabook akan menjadi "The Next Big Thing" alias suatu hal yang memiliki dampak besar di 2012.

Di Indonesia, sudah ada beberapa jenis Ultrabook yang hadir di pasaran. Salah satunya adalah Acer Aspire S3 yang merupakan Ultrabook pertama yang hadir di Indonesia.

"Ultrabook ini memang dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen di masa sekarang. Selain instant, (konsumen) juga butuh performance," ujar Daniel Rustandi, Director Marketing Division, Acer Indonesia.

Ultrabook memang memiliki ciri bentuknya yang tipis, ringan dijinjing serta desain yang 'manis'. Selain itu juga baterai yang tahan lama dan performa prosesor yang cukup bertenaga.

Konsumen di Indonesia pun dikatakan memiliki minat yang besar pada perangkat tersebut. Wisman Odhin, IT Analyst dari distributor komputer Pazia, mengatakan Ultrabook banyak diminati konsumen yang ingin membeli laptop.